January 01, 2008
24
Gw belajar beberapa hal dari film ini. Jack Bauer is a good leader. Cinta banget sama keluarganya. Komitmen and setia sama kerjaan-nya, meski ga’ jarang nyawa dia jadi taruhan. Kalo kata ka Sidney, there is 10 things we can learn from Jack Bauer, on how to be a good leader:
1. A leader knows his vision and purpose. Tujuan kehidupan kita harus punya titik tujuan yang kita bilang ‘I wanna go there’. A leader has to know where to go in order for people to follow where he leads.
2. A Leader knows his value. A leader knows how important his position. He doesn’t have to tell others that he is a leader, coz people will know it.
3. A leader always inpire other. It’s about relationship 70% of our daily life we spend it with people. Our sadness and happiness relates to people around us.
4. A leader has long range perspective. Seorang pemimpin harus bisa liat jauh ke depan. Ask urself in every single thing, “apa yang saya lakukan ini bijaksana?”
5. A Leader challenges a status quo. A good leader always say, “WE CAN DO BETTER.” Seorang pemimpin yang baik ga’ akan puas dengan yang biasa-biasa aja. Always challenge urself to get better.
6. A leader understands that leadership is a team. It takes a team to make a dream work. And it takes a good leader.
7. A leader is original. Don’t be a copy. Just be urself. But if do want to copy, make sure you copy it right, and make it better. If you copy somebody, make sure you copy someone better than you.
8. A leader uses every resource available. A good leader adalah mereka yang tau bahwa dia butuh hal-hal lain yang bisa bantu dia dalam hidupnya. We’ve to build ourself dengan resources yang ada di sekeliling kita.
9. A leader understands the meaning of sacrifice and suffering. Jangan pernah takut sama kata-kata penderitaan. Remember, no sacrifice, no victory.
10. A leader always wants to improve himself. Never stop learning. Challenge urself. We can always be better.
1 Corinthians 9:26 Therefore I do not run like a man running aimlessly; I do not fight like a man beating the air.
November 25, 2007
300
Minggu ini di DATE kita nonton film 300. Have u guys watched it?? Gw belom loh, kasian ya. Orang pada bilang bagus sih, tapi katanya agak sadis. And gw kurang suka film yang sadis gitu, secara gw orangnya lembut gitu lho (Ngeeeekkk…hahaha). Ini pertama kalinya gw tonton film itu. Ternyata sadisnya dalam bentuk efek toh, kayak komik. Yaelah coba gw tau dari dulu.
From this movie, Ricky (my DATE leader), taught us about faith. Belajar dari Efesus 6:16 yang bilang, dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat. Seperti Spartans yang tiap perang HARUS pake perisai, maka kita sebagai anak Tuhan juga gitu. Iman kita berfungsi sebagai atribut yang harus kita kenakan untuk memprotect diri kita dari iblis.Saat masalah dan pergumulan dateng, maka kita harus pake iman kita untuk bertahan. Meski iman kita cuma sebesar biji sesawi, tapi itu uda cukup tuk Tuhan bantu kita.
Dari film ini kita juga bisa belajar kalo ada saatnya kita untuk mendobrak dengan iman kita. Contohnya, gw pengen banget jadi photographer. Ya mungkin bagi dunia musthail karena gw ga’ ambil kursus ato belajar sama orang yang pro. Gw belajar otodidak, and sesekali tanya sama temen gw. Tapi gw punya faith kalo suatu hari gw pasti bisa jadi photographer yang pro. Iman kita itu tuk mendobrak kita tuk doing something extraordinary. Apalagi di JPCC selalu diajarin ga’ mau sesuatu yang biasa-biasa aja.
Be Blessed ^ __ ^
November 18, 2007
The Mask
The mask itu film jadul banget, ya ga’ sih. Tapi gw suka banget, and sampe sekarang gw masih nyari tuh DVD-nya. Ngomongin soal topeng, itu ngomongin kita lho. Nyadar ato ga’, kita tuh hidup make topeng. Ya ga’ semua orang sih, tapi sebagian besar orang di muka bumi ini kaya gitu. Ah sumpeh lo?! Mana, muka gw cuma satu ini aja koq. Ini aja uda susah punya muka kaya gini :pGini deh, gw kasih contoh yang simple. Kalo kita lagi marah sama orang pasti keliatan donk dari muka kita. Tapi kalo tiba, ada temen kita datang, eh langsung deh raut muka kita berubah 180ยบ!! Dari yang asem banget, tiba-tiba penuh senyum. Kalo ditanya, “gimana kabar?”. Kita pasti jawabnya, “Baik!”. Padahal itu dalam hati gunung apinya uda mo meledak. See, itu salah satu contoh kalo kita punya topeng. And contoh lain-nya masih banyak lagi. Liat aja kehidupan kita sehari-hari.
Hidup pake topeng itu cape. Karena hidup kaya gitu sama aja dengan kita tuh munafik. Keras ya? But that’s the truth. Gw pernah jadi orang munafik, tuk waktu yang lama. Disini ngomog apa, disana lain lagi. Topeng gw banyak banget deh, sampe kadang gw lupa musti pake yang mana. Kenapa sih kita musti make topeng?? Karena kita takut orang lain tau gimana kita sebenernya. Takut orang tau luka hati yang selama ini kita sembunyiin. Kata halusnya, JAIM (jaga image).
Emang sih kita ga’ bisa open sama semua orang, apalagi kalo mereka ga’ deket sama kita. Makanya kalo ditanya gimana kabar, pasti jawabnya baik. Tapi coba deh, at least be honest with urself. Waktu itu D pernah bilang, orang yang cenderung selalu bilang ga pa-pa itu sebenernya lagi bermasalah. Cuma karena ga’ mau ketauan jadi ya bilang I’m OK.
Well, we have to express our feeling. We need it guys. Karena kalo itu amarah kita pendem terus, pas meledak pasti parah deh. Kalo ditanya, apalagi sama orang yang deket sama kita, express it. Bilang aja, “gw lagi ga’ bae nih”. It’s more than enough, coz they’ll know u need help. So u don’t have to wear
Make topeng itu yang rugi kita sendiri. Karena lama kelamaan orang juga jadi bosen. Kita dicap munafik. Ga’ enak
Blessed you all ^ __ ^